JAKARTA - PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), hingga Juli 2008, telah menguras USD60 juta dalam pembangunan pabrik ammonium nitrate berskala dunia di Bontang, Kalimantan Timur.
Dana itu sekira 10 persen dari total biaya investasi yang diperkirakan sebesar USD550 juta.
Berdasarkan data yang dikeluarkan pihak KNI, USD60 juta itu telah digunakan untuk sejumlah pengeluaran. Seperti, pembelian lahan proyek sebesar USD5,5 juta. Penyewaan lahan tambahan seluas 10 hektare sebesar USD1,4 juta dan rekayasa bergabung dan mengambil alih lahan sebesar USD9,5 juta.
Pembangunan pabrik itu sendiri bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya Indonesia akan bahan peledak berkualitas tinggi yang berkembang pesat.
"Pabrik yang akan siap pada awal tahun 2011 ini akan memiliki kapasitas ammonium nitrate sebesar 300 ribu ton per tahun. Jumlah ini akan menggantikan kebutuhan impor pasar Indonesia," ucap Direktur Operasional dan CEO Orica Limited Graeme Liebelt, saat jumpa pers, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (13/8/2008)
Orica Limited adalah Perusahaan bahan peledak terbesar di dunia, pemilik 49 persen saham KNI. Sedangkan 51 persen saham KNI dimiliki oleh PT Armindo.
(Rani Hardjanti)