Gerak Rupiah Stabil di Level Rp10.170-10.085

Rani Hardjanti, Jurnalis
Kamis 27 Agustus 2009 16:19 WIB
Foto: Koran SI.
Share :

JAKARTA - Rupiah tidak mengalami pergerakan yang berati pada hari ini. Namun, kecenderungannya rupiah melemah tipis akibat sepinya transaksi beli nilai tukar Tanah Air.

Pada perdagangan Kamis (27/8/2009), rupiah ditutup relatif stabil di level Rp10.170-10.085 per USD dibanding perdagangan Rabu 26 Agustus kemarin di level Rp10.075- Rp10.125 per USD.

Sementara, minat beli investor terhadap aset-aset berisiko mengendur setelah rilis data durable goods orders tidak sebaik yang diharapkan, sehingga memicu rebound dolar Amerika. Meskipun durable goods orders naik
di bulan Juli, namun untuk indikator yang menunjukkan permintaan bisnis (non-defense capital goods, excluding aircraft) turun pada Juli, sehingga memunculkan pandangan bahwa ekonomi AS masih menghadapi tantangan yang besar untuk keluar dari resesi terburuknya.

Seperti dikutip Valbury Securities, namun demikian, positifnya data new home sales AS telah membatasi koreksi pada mata uang berimbal hasil lebih tinggi, seperti euro. Kenaikan 9,6 persen pada penjualan rumah baru di Amerika adalah kenaikan yang tertinggi sejak September.

Data perumahan melanjutkan pemulihannya dari keterpurukannya selama tiga tahun. Namun ada kecemasan bahwa recovery yang terjadi akan terhambat jika kredit pajak pemerintah sebesar USD8.000 untuk pembeli pertama rumah di Amerika tidak lagi diperpanjang setelah habis masa berlakunya November mendatang.

Sementara itu, krisis ekonomi global kemungkinan akan segera berakhir namun pertemuan G20 pekan depan masih harus mencari cara untuk memulihkan kembali kondisi ekonomi global jika tidak ingin terulang kembali krisis yang sama.

Para menteri keuangan dan bank sentral dari negara kelompok G20 akan kembali bersidang tanggal 4-5 September mendatang untuk membahas langkah kedepan dalam memulihkan kondisi ekonomi, setelah hampir setahun didera krisis pada sistem finansialnya.

Adapun agenda utama sidang G20 mendatang antara lain kemungkinan untuk segera mengakhiri program stimulus pemerintah yang saat ini masih berjalan.

Pemerintah AS akan merilis preliminary dari GDP kuartal ke II-2009 pada hari Kamis, dan para ekonom yang menjadi responden pada polling Reuters yakin bahwa GDP AS akan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,4 persen pada kuartal ke II-2009, lebih tinggi dari estimasi awal dengan kontraksi satu persen.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya