JAKARTA - Nilai tukar rupiah masih saja tergolek di atas Rp10.100 per USD. Rupiah melemah karena minimnya sentimen positif.
Rupiah pada perdagangan Senin (31/8/2009) ini ditutup di posisi Rp10.112-10.055 per USD atau stganan dibanding akhir pekan lalu di level Rp10.116-Rp10.086 per USD.
Indikator yang memberatkan langkah rupiah hari ini, antara lain koreksi yang terjadi di pasar saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah cukup tajam terhempas saham regional yang dipimpin oleh indeks Shanghai dan Hang Seng. Selain itu, pelaku pasar saat ini juga tengah menanti data inflasi Agustus yang akan dirilis Selasa 1 September besok.
Di pasar valuta, dolar melemah atas euro di sesi perdagangan hari Jumat dalam situasi perdagangan yang choppy. Di mana investor memburu mata uang yang lebih berisiko, karena saham-saham global menguat kendati data menunjukkan bahwa consumer confidence merosot ke level terendah dalam empat bulan.
Menguatnya harga minyak mentah dunia, yang kemungkinan mencerminkan meningkatnya permintaan global, juga membantu meningkatkan sentimen risiko.
Minyak mentah untuk Oktober naik 25 sen dolar Amerika dan di settled di level USD72,74 per barel. Sementara Brent London di settled menguat 28 sen dolar Amerika di level USD72,79 per barel.
(Rani Hardjanti)