Rupiah Akan Bergerak Stagnan

Widi Agustian, Jurnalis
Jum'at 28 Agustus 2009 08:41 WIB
Foto: Corbis.
Share :

JAKARTA - Stagnasi pergerakan rupiah yang berada di atas Rp10.000 per USD beberapa waktu terakhir ini akan pecah ke bawah Rp10.000 per USD. Dengan catatan jika Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan poisisi kabinetnya.

"Momentum terbaik adalah jika nantinya SBY bisa menyusun kabinet yang bagus, rupiah pasti akan melesat kuat, bisa di bawah Rp10.000 per USD," kata Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono, saat dihubungi okezone di Jakarta, Jumat (28/8/2009).

Dia menilai, stagnasi pergerakan rupiah dalam situasi seperti sekarang ini memang wajar, yakni di mana memang tak ada sentimen apa pun baik positif maupun negatif yang bisa menggerakkan rupiah. "Karena itu wajar jika rupiah cenderung stagnan," imbuhnya.
 
Tony menambahkan, rupiah pada perdagangan akhir pekan ini akan berada dalam kisaran Rp10.030-10.100 per USD. "Jika rupiah melemah hanya sampai Rp10.085 per USD, ini adalah fluktuasi biasa. Dalam situasi seperti sekarang, rupiah masih wajar di kisaran Rp10.030-10.100 per USD," paparnya.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis 27 Agustus kemarin, rupiah ditutup relatif stabil di level Rp10.170-10.085 per USD dibanding perdagangan Rabu 26 Agustus kemarin di level Rp10.075- Rp10.125 per USD.

Sementara itu, di AS, minat beli investor terhadap aset-aset berisiko mengendur setelah rilis data durable goods orders tidak sebaik yang diharapkan, sehingga memicu rebound dolar Amerika.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya