JAKARTA - PT Adaro Energy Ybk (ADRO) menerima surat pengunduran diri atas nama Djoko Suyanto selaku komisaris independen perseroan. Pasalnya, Djoko Suyanto ditunjuk menjadi menteri koordinator politik hukum dan keamanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.
"Pengunduran diri tersebut terkait posisinya saat ini yang telah menjadi menko polhukam di Kabinet SBY-Boediono," ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan ADRO Andre J Mamuaya, dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Saat ini Perseroan sedang dalam proses mencari penggantinya untuk mengisi posisi tersebut. Pada penutupan perdagangan IHSG sesi kedua kemarin, harga saham dengan kode emiten ADRO ditutup stagnan Rp1.540 per lembar sahamnya.
(Candra Setya Santoso)