JAKARTA - Penampilan perdana saham initial public offering (IPO) PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) melonjak 3,125 persen menjadi Rp165 per lembar saham, dari nilai awal Rp160 per lembar.
Perusahaan di industri baja, berencana meraup dana segar melalui IPO tersebut mencapai Rp160 miliar untuk satu miliar saham yang akan dilepas ke publik. Perseroan mematok harga penawaran saham perdananya sebesar Rp160 per lembar sahamnya.
Sebelumnya, Direktur Dinamika Usaha Jaya Benny Subrata mengungkapkan, bahwa perseroan menargetkan 60 persen porsinya untuk investor asing yang memang saat ini kebanyakan datang dari perusahaan baja di Singapura. "Mereka sudah memberikan clue kalau akan masuk. Hari ini kita akan dapat kepastian dari mereka. Sementara 40 persennya untuk domestik," ungkapnya.
Selain itu, dia menambahkan bahwa nantinya 70 persen dialokasikan untuk investor institusi dan 30 persen pemodal ritel. Seperti diketahui, pernyataan pendaftaran dilakukan pada 23 September 2009, due diligence meeting pada 26 November, efektif pada 9 Desember.
Emiten di industri baja ini, merupakan emiten baru ke-13 di BEI. 12 emiten sebelumnya yang telah listing di BEI adalah PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT Katarina Utama Tbk (RINA), PT BW Plantation Tbk (BWPT), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
(Candra Setya Santoso)