SBY: Dengan Menabung, Penyaluran Kredit Lancar

Amirul Hasan, Jurnalis
Sabtu 20 Februari 2010 11:40 WIB
Share :

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini meresmikan pencanangan Gerakan Indonesia Menabung dan peluncuran produk TabunganKu di Pekan Raya Jakarta. Acara yang diprakarsai oleh Bank Indonesia ini digelar secara serentak di seluruh ibukota provinsi seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden SBY menyampaikan arti penting menabung bagi pertumbuhan perekonomian nasional. Presiden menilai dengan semakin banyaknya tabungan dalam negeri, sumber pembiayaan dalam negeri akan meningkat. Dengan demikian penyaluran kredit yang bisa memicu pertumbuhan ekonomi juga akan lancar.

"Dalam teori ekonomi menabung itu sama dengan investasi, dengan demikian makin tersedia sumber pembiayaan dalam negeri dan kita bisa terus mengurangi utang dalam negeri," papar SBY di Hall D Jakarta International Expo, Sabtu (20/2/2010).

SBY juga menjelaskan, berdasarkan laporan Gubernur BI, saat ini dari 135 juta usia dewasa, 80 juta di antaranya belum memiliki tabungan. Jika saja separo dari angka itu bisa menabung dengan rata-rata Rp100 ribu, maka tabungan domestik yang tersedia mencapai Rp40 triliun.

"Maka penyaluran kredit akan mudah dan lapangan kerja semakin tersedia. Ekonomi kita pun akan semakin tumbuh," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, SBY berharap kalangan perbankan bisa memberikan kemudahan agar masyarakat yang berpenghasilan rendah juga tetap bisa menyimpan sisa penghasilannya. Pasalnya, selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan terlalu besarnya setoran awal ketika hendak membuka rekening tabungan. Selain itu nasabah juga kerap kali mendapat potongan untuk biaya administrasi di bank.

Dalam produk TabunganKu, cukup dengan Rp20 ribu masyarakat sudah bisa membuka tabungan di bank umum atau bank syariah, dan Rp10 ribu di BPR atau BPRS. Biaya administrasi pun ditiadakan.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya