JAKARTA - Perusahaan properti PT Intiland Development Tbk (DILD) berencana melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) sekitar Rp2,073 triliun.
Perseroan, menerbitkan rights issue dengan rasio tiga saham lama mendapat hak untuk membeli dua saham baru yang akan diterbitkan emiten itu.
Seperti dikutip dari prospektus ringkas yang dipublikasikan manajemen perseroan, di Jakarta, Senin (1/3/2010), sebanyak 2.073.170.722 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp500 per saham, yang akan ditawarkan Rp1.000 per saham, sehingga seluruh jumlahny abrejumlah Rp2,073 triliun.
Intiland berencana melaksanakan rapat umum pemegang saham (RUPSLB) pada 29 Maret nanti. RUPSLB itu akan membahas tiga agenda yaitu rencana rights issue III, persetujuan atas rencana akuisisi saham perusahaan di bidang properti oleh anak perusahaan Intiland, menyetujui hal-hal lain sehubungan dengan RUPSLB tersebut.
Hingga akhir September 2009, Intiland membukukan penurunan pendapatan dari Rp275,89 miliar pada akhir September 2008 menjadi Rp266,29 miliar. Laba usaha merosot dari Rp52,12 miliar menjadi Rp41,46 miliar pada akhir September tahun lalu, sedangkan laba bersih Intiland juga berkurang dari Rp28,71 miliar atau Rp9 per saham menjadi Rp14,64 miliar atau Rp5 per saham.
Sebagai informasi, UBS AG Singapura kini menguasai 37,08 persen saham Intiland, sedangkan Credit Suisse Singapura atas nama Strands Investments Ltd memiliki 33,15 persen saham
(Candra Setya Santoso)