JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menetapkan bank tertentu untuk menjadi Bank Apex (induk bank BPR). Namun prakteknya, bank Apex ini fungsinya terlalu membawahi semua BPR yang ada sehingga kurang fokus.
"Bank Apex ini seharusnya memakai konsep lokal bukan nasional," ungkap Ekonom CIDES Aviliani, selepas Launching Pembentukan Pemeringkatan Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM), di Gedung Sucofindo di Pasar Minggu Jakarta, Rabu (28/4/2010).
Dengan bermain di tingkat lokal, maka bank yang ditunjuk sebagai Bank Apex ini akan lebih mudah mengawasi BPR yang dikelolanya. Beda dengan saat Bank Apex ini harus mengawasi BPR secara nasional.
Contohnya saja jika Bank Mandiri menjadi Bank Apex. Maka, lanjut Aviliani, pihak Bank Mandiri ini akan kesulitan mengontrol saat BPR tersebut membutuhkan likuiditas. "Apalagi Bank Mandiri juga bermain di sektor yang sama dan mulai menggalakkan sektor UMKM. Jadi tidak gampang mengurus BPR ini," katanya.
Salah satu yang bisa dicontoh adalah konsep dari BPD (Bank Nagari). Pihaknya kini telah menangani 52 dari 72 unit BPR yang ada di wilayah Sumatra Barat. Hingga saat ini pihaknya pun sudah mampu menggelontorkan kredit secara linkage kepada 34 unit BPR sebesar Rp65 miliar.
Bank Indonesia sendiri sudah menunjuk 4 bank sebagai bank Apex. Bank tersebut adalah Bank Andara, Bank Nagari, BPD Jawa Timur dan BPD Riau.