JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mencatatkan jumlah asetnya hingga April 2010 mencapai Rp188,2 triliun atau naik 7,9 persen dibandingkan pencapaian di akhir 2009 sebesar Rp174,4 triliun.
Kenaikan aset tersebut ditopang oleh perbaikan kondisi ekonomi sehingga berdampak kepada kinerja perusahaan pembiayaan.
"Kami tetap optimistis target aset sebesar Rp200 triliun akan tercapai," ungkap Ketua Umum APPI Wiwie Kurnia saat Pers Gathering di Restoran Kembang Goela Jakarta, Selasa (22/6/2010).
Pihaknya juga memperkirakan total aset hingga 4 tahun ke depan bisa mencapai dua kali lipat sebesar Rp400 triliun. Optimisme tersebut ditopang karena pembiayaan ke depan akan lebih marak lagi.
Terkait kinerja APPI, piutang pembiayaan juga naik 6,8 persen menjadi Rp152,2 triliun dari akhir 2009 sebesar Rp142,5 triliun. Pembiayaan konsumen juga naik 11 persen dari Rp93,1 triliun menjadi Rp103,3 triliun.
Namun sewa guna usaha (SGU) justru turun 1,3 persen dari Rp46,5 triliun menjadi Rp45,9 triliun. Menurut Wiwie, penurunan tersebut disebabkan karena pembiayaan baru seimbang dengan pelunasan pembiayaan. Selain itu, pemain pembiayaan tersebut juga sedikit.
"Tapi kami perkirakan bisnis SGU tetap akan tumbuh dan akhir tahun akan mencapai Rp50 triliun," jelasnya.