Antisipasi Lonjakan Harga, Pemerintah Bakal Rutin Cek Bahan Pokok

Candra Setya Santoso, Jurnalis
Rabu 08 September 2010 11:06 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Pemerintah bakal mengecek stok bahan pangan pokok menjelang Puasa, Lebaran, bahkan setelah Lebaran sekali pun di setiap bulannya. Hal tersebut sebagai upaya mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya naik 20 persen.

"Nanti kita akan lakukan pengecekan stok per bulan, setiap akhir bulan kita lihat tidak tercapai kita rekap, jadi  tidak dibiarkan menumpuk, rekap berapa kebutuhan berapa," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa, saat ditemui pewarta, seusai rakor stabilitas ekonomi, di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (8/9/2010).

Namun untuk daging sapi, imbuhnya, pihaknya akan terus melakukan pemantau stoknya hingga ke bagian hulu. "Daging sapi yang bertahan tinggi, tapi menteri pertanian sudah mengeluarkan beberapa sapi lagi, tambahan ini akan membuat stabil, apalagi sekarang sudah mendekati Lebaran, nanti habis Lebaran turun harganya, ini siklus biasa," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, kalau untuk pangan dalam negeri sampai dengan Desember cukup.

"Untuk gula, beras, daging, ini sudah. Tinggal sekarang kita pantau realisasi komitmen mereka supaya suplai tidak kurang. Harga trendnya menurun. Dari pekan lalu ke pekan ini. BPS merilis sudah menurun. Meskipun kalau dari Agustus ke September, ini kan masih minggu pertama ada kenaikan. Tetapi per pekan aman," paparnya.

Harga akan mengalami kenaikan pada hari pertama Puasa. Khusus untuk beras, Kementerian Perdagangan akan menjaga supaya tidak akan ada lonjakan harga.

Caranya, yang pertama melalui pembagian beras miskin (Raskin). Rencananya, raskin akan dibagikan untuk Agustus dan September. Langkah yang kedua, Kemendag akan melakukan operasi pasar di titik-titik yang ada gejolak kenaikan harga atau kecenderungan kenaikan harga.(adn)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya