Momen Lebaran Jadi Ajang Perang Promo Biskuit & Sirup

Safrezi Fitra, Jurnalis
Minggu 12 September 2010 10:47 WIB
Ilustrasi: Agung Manunggal/okezone
Share :

JAKARTA - Menjelang Lebaran sampai usai Lebaran, ribuan mini market di seluruh Indonesia menggelar promonya demi memeriahkan Lebaran dan persaingannya dengan mini market lain.

Hal serupa bisa kita lihat setiap tahunnya, dengan menggelar promo potongan harga setiap produk yang permintaannya meningkat pada saat Lebaran. Biasanya peningkatan permintaan produk mini market atau swalayan yang paling meningkat biasanya adalah produk biskuit dan sirup.

"Peningkatan secara umum adalah 10-20 persen. Paling banyak itu di biskuit dan sirop," ujar Corporate Affair Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (ALFA), Solihin yang dijumpai di Jakarta, belum lama ini.

Kita pun bisa melihat dari brosur-brosur iklan yang disebarkan para pengelola mini market atau swalayan sebagai promosi mereka.

Berdasarkan pengamatan okezone, dari beberapa mini market dan swalayan (Alfamart, Indomaret, Giant, Superindo, Hypermart, dan Carefour) terlihat bahwa promo diskon yang diadakan sejumlah swalayan tersebut lebih banyak difokuskan pada beragam produk biscuit dan sirup.

Maritje, seorang ibu yang dijumpai saat berbelanja di salah satu mini market di Cengkareng mengatakan dirinya mau belanja biskuit dan sirup-sirup buat Lebaran.

"Karena kan kalau Lebaran rumah saya ramai, banyak keluarga, saudara-saudara pada datang. Biasanya kan buat ngemil, anak-anak suka biscuit, terus sirup,” katanya.

Promo yang diadakan para mini market dan swalayan tersebut, dibuat dalam waktu yang beragam namun hal ini diadakan untuk memeriahkan lebaran dan untuk meningkatkan penjualan mereka pada saat menjelang sampai paska lebaran.

Biasanya promo tersebut digelar pada tujuh hari menjelang lebaran dan berakhir pada malam takbiran, namun beberapa swalayan terkadang masih menggelar promonya sampai setelah Lebaran.

Untuk menarik pengunjung, beberapa swalayan memberlakukan diskon khusus. Selain diskon mereka juga memberikan hadiah menarik jika belanja dengan nominal tertentu. Hal ini sangat wajar dilakukan karena persaingan yang dilakukan para pengelola swalayan tersebut masih dianggap sebagai persaingan sehat.

Mengenai persaingan sehat ini, Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Tutum Rahanta mengatakan mengenai persaingan swalayan yang sehat selama Lebaran ini. “Persaingan sehat adalah selagi tidak mendistorsi harga, tidak melanggar aturan pemerintah,” katanya.

Ketentuan mengenai persaingan yang sehat ini merupakan kesepakatan dari lebih kurang seratus perusahaan ritel yang termasuk juga didalamnya adalah perusahaan swalayan.

Berdasarkan pengalaman yang dialami swalayan tersebut bahwa pasti ada peningkatan dan lonjakan permintaan yang besar pada produk-produk tertentu. Selain itu juga permasalahan distribusi yang terganggu dari para produsen produk tersebut. Mini market dan swalayan menyimpan stok barang dari setiap produk yang terdapat peningkatan yang besar.

Menururt Solihin, swalayan atau mini market melakukan stok barang lebih merupakan keharusan, terlebih pada daerah-daerah yang sulit akses distribusi barangnya pada saat menjelang lebaran. “penerimaan stok kita rata-rata 20 persen.”

Hal ini memang diperbolehkan oleh Pemerintah bahwa setiap swalayan membuat stok barang untuk memenuhi kebutuhan konsumen, karena hal ini sangat membantu pemerintah dalam menstabilkan harga dan kenyamanan masyarakat sebagai konsumen.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya