JAKARTA - PT Bank Sinarmas akan melakukan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada Desember mendatang. Jumlah saham yang akan dilepas adalah 1,6 miliar saham atau 21,97 persen.
"Rencananya kami akan melepas di harga Rp100 per lembar saham. Dana ini akan dialokasikan untuk ekspansi kredit ke depan," ungkap Direktur Utama Bank Sinarmas Freenyan Liwang selepas Public Expose di kantornya Jakarta, kemarin.
Proses IPO akan didahului dengan masa penawaran awal (bookbuilding) pada 15-19 November, pernyataan efektif dari Bapepam-LK 30 November, penawaran umum (2-3 Desember), penjatahan (8 Desember), listing (13 Desember).
Sebelum listing, PT Bank Sinarmas memiliki struktur pemegang saham yaitu PT Sinarmas Multiartha (90,26 persen) dan PT Shinta Utama (9,74 persen).
Setelah listing, kepemilikannya berubah menjadi PT Sinarmas Multiartha (70,43 persen) dan PT Shinta Utama (7,6 persen), dan masyarakat 21,97 persen. "Kami memakai penjamin emisi (underwriter) yaitu PT Sinarmas Sekuritas," jelasnya.
Hingga Mei lalu, kinerja Bank Sinarmas mencatatkan rasio kecukupan modal (CAR) turun tipis dari 13,84 persen (Desember) menjadi 13,71 persen, sementara marjin bunga bersih (NIM) meningkat dari 5,04 persen menjadi 5,23 persen, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (DPK) anjlok dari 79,01 persen menjadi 72,18 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) net naik dari 1,65 persen menjadi 2,74 persen.
Di sisi kredit naik dari Rp5,4 triliun (Desember) menjadi Rp5,9 triliun. Sementara DPK di periode yang sama mencapai Rp8,1 triliun dengan komposisi giro (Rp1,78 triliun), tabungan (Rp1,14 triliun) dan deposito (Rp5,25 triliun).Sedangkan laba mencapai Rp41 miliar.
Di sisi jaringan, Bank Sinarmas memiliki 52 kantor cabang, 43 kantor cabang pembantu, tiga kantor kas, dan Satu cabang syariah. Bank Sinarmas semula bernama PT Bank Shinta Indonesia pada 1989, kemudian diakuisisi oleh PT Sinar Mas Multiartha tbk (SMMA) pada 2005 dan berubah menjadi PT Bank Sinarmas pada 2006.