JAKARTA - Mulai pulihnya ekonomi global serta melemahnya nilai dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang Asia diharapkan memberikan sentimen positif pada perdagangan rupiah akhir pekan ini.
Analis dari Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih, dalam buletinnya di Jakarta, Jumat (19/11/2010) mengatakan mulai membaiknya sentimen global akan menjadi pemicu kenaikan dipasar Asia berlanjut hari ini. "Kami perkirakan IDR akan melanjutkan penguatan ke Rp.8.920 s.d Rp.8.940 per USD" tulisnya.
Positifnya global sentimen sendiri mulai pulih setelah pemerintah Irlandia akhirnya memutuskan untuk meminta bailout. naiknya harga minyak mentah di Asia yang disinyalir memicu rebound mata uang Asia atas dolar AS.
Di samping itu, benchmark pengiriman minyak mentah untuk Desember naik 74 sen menjadi USD81,18 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange (NYMEX) siang ini. Sementara di pasar berjangka, harga minyak mentah ini turun USD1,90 dan ke USD80,44.
Sebelumnya rupiah ditutup flat pada angka di Rp8.959 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada akhir perdagangan Kamis (18/11/2010) Sebagai perbandingan, pada akhir perdagangan Selasa (16/11/2010) rupiah ada di Rp8.958 per USD.
(Widi Agustian)