Pemerintah Diminta Fokus Selesaikan PR Ekonomi Dalam Negeri

Sandra Karina, Jurnalis
Senin 31 Januari 2011 18:55 WIB
ilustrasi
Share :

JAKARTA- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, pemerintah juga harus fokus untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah yang terkait dengan tantangan perekonomian di dalam negeri.

"Sebab, Indonesia menghadapi tekanan daya saing melawan globalisasi," kata Sofjan di Jakarta, Senin (31/1/2011).

Sementara itu, lebih lanjut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, dalam pertemuan di Davos, juga dibahas bagaimana menstabilkan lonjakan harga pangan dunia, baik di level global maupun nasional.

"Ini (kenaikan harga pangan) merupakan fenomena dunia. Kenaikan harga pangan harus dikelola. Ini kesempatan kita menyampaikan, langkah-langkah apa yang harus dilakukan di dalam negeri dan negara lain," kata Mari.

Di sisi lain, Mari berharap, menjelang Perayaan Imlek, tidak terjadi lonjakan harga pangan. "Musim panen diharapkan mampu mengimbangi lonjakan harga," tandas Mari.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa menambahkan, untuk mengatasai lonjakan harga pangan, harus diatasi dengan menggenjot produksi pertanian. Pasalnya, kata dia, harga pangan dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan.

"Selain itu, pemerintah harus memberikan kebijakan fiskal yang berhubungan dengan importasi, misalnya penghapusan bea masuk impor bahan pangan. Langkah itu bisa juga meredam inflasi. Selain itu, distribusi barang antara daerah harus dijaga. Dan, kondisi infrastruktur yang belum memadai harus diatasi segera," kata Erwin.

Penyelesaian Putaran Doha, kata Erwin, tidak akan menstabilkan lonjakan harga pangan. "Selama masalahnya adalah keterbatasan pasokan, ditambah anomali cuaca, serta infrastruktur yang belum memadai dan menekan efisiensi, harga pangan masih akan melonjak," tutup Erwin yang juga menjabat sebagai Ketua Apindo.(adn)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya