JAKARTA - Kementerian BUMN membuka peluang kepada PT Pelabuhan Indonesia II dan Angkasa Pura (AP) I untuk bisa melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) lebih dulu sebelum terbentuknya induk usaha (holding) pada dua sektor tersebut.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, dua perusahaan tersebut didorong untuk lebih memperkuat kinerjanya agar bisa melaksanakan IPO setelah IPO Semen Baturaja.
"Kalau mereka modalnya kuat dan sehat, jika diperlukan untuk go public, maka sudah siap,” kata dia di Jakarta, Kamis (17/3/2011).
Menurut Mustafa, IPO maupun holding tersebut penting dilakukan guna memperkuat dan mengembangkan perusahaan ke depan. Namun, dia menilai, proses holding lebih memakan waktu lebih lama dibanding proses IPO. “Jadi, kalau mereka mau IPO dulu, kita persilakan,” imbuhnya.
Kendati demikian, Mustafa menuturkan, rencana IPO BUMN pelayaran dan kebandarudaraan tersebut belum dibahas lebih dalam. Pasalnya, Kementerian BUMN belum bertemu dengan dua BUMN tersebut.
Pemegang saham 142 BUMN tersebut sebelumnya mendorong BUMN lain untuk bisa menggelar IPO pada tahun ini. Pasalnya, jumlah BUMN yang akan mencatatkan sahamnya pada 2011 hanya PT Semen Baturaja.
Menurut dia, AP I yang membutuhkan dana sebesar Rp1,9 triliun untuk mengembangkan bandara Ngurah Rai dan investasi di bandara lain, dengan total mencapai Rp3,3 triliun bisa dicari melalui gelaran IPO dengan target dana Rp2 triliun-Rp3 triliun, sehingga tidak perlu melakukan pinjaman kepada perbankan. “Misalnya dengan menjual saham sekira 25 persen, dana sudah dapat,” imbuhnya.
Sementara itu, lima PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang siap IPO terpaksa menundanya hingga terbentuknya holding BUMN kebun. Deputi Menteri BUMN bidang Industri Primer Megananda Daryono mengatakan, holding BUMN kebun ditargetkan rampung semester I/2011.
Saat ini, pemegang saham sudah mengajukan pembentukan holding BUMN kebun tersebut kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk disetujui. “Sekarang hanya menunggu persetujuan dari Menkeu secara resmi,” tuturnya.
Selanjutnya, jika holding tersebut terbentuk, maka PTPN bisa menggelar IPO secara bertahap. Lima PTPN yang siap mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah PTPN III, IV, V, VII dan XIII. Adapun, holding yang disiapkan dalam waktu dekat, diantaranya holding BUMN kehutanan, pelayaran dan kebandarudaraan.