JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah menuntaskan akuisisi 27,24 persen kepemilikan di Lippo Mapletree Indonesia Retail Trust (LMIRT) yang tercatat di Bursa Efek Singapura.
Serta 40 persen kepemilikan di Lippo Mapletree Indonesia Retail Trust Management Ltd (LMIRT Mgt), manager dari LMIRT. Transaksi tersebut senilai USD159,1 juta.
"Dengan terlaksananya transaksi ini, kepemilikan LPKR di LMIRT meningkat menjadi 29,5 persen dari 2,26 persen yang sebelumnya dimiliki melalui 60 persen LMIRT Mgt, anak perusahaan. Transaksi ini akan menempatkan LPKR sebagai pemegang unit pengendali LMIRT dan pemilik 100 persen dari LMIRT Mgt," tukas Director Investor Relations LPKR, Mark Wong, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Selasa (21/6/2011).
Adapun proses akuisisi tersebut tunduk pada semua ketentuan dan peraturan yang berlaku baik menyangkut dokumentasi dan persetujuan para pihak yang berwenang.
Sekadar informasi, transaksi ini akan mendorong nilai mal dan asset management LPKR menjadi USD4 miliar (Rp34 triliun) dalam tiga sampai empat tahun dan menjadikan LPKR sebagai pemilik atau pengelola mal terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
"Penasihat Keuangan LPKR untuk akuisisi ini adalah Bank of America Merrill Lynch-Investment Banking Division," ungkapnya.
Dalam transaksi ini, Lippo Group telah melaksanakan penempatan 1,45 miliar saham yang dimiliki oleh afiliasinya, Pacific Asia Holdings Limited (PAH) pada harga yang sama, dengan total USD112 juta (Rp957 miliar), kepada investor institusional strategis.
Selanjutnya, PAH membeli secara langsung 1,45 miliar saham baru yang dikeluarkan oleh LPKR senilai Rp957 miliar atau sekira USD112 juta, pada harga yang sama dengan harga penempatan sahamnya kepada investor institusional strategis tersebut.
Dengan demikian, PAH memfasilitasi penempatan ini dengan menempatkan saham lama yang tidak dibatasi perdagangannya kepada investor global, dan sebagai gantinya mengambil saham-saham baru yang dibatasi perdagangannya untuk periode 12 bulan, sehingga kepemilikan saham PAH di LPKR tidak berubah.
Hasil penerbitan saham baru sebesar USD112 juta tersebut digunakan oleh LPKR untuk mendanai 70,4 persen akuisisi atas 27,24 persen kepemilikan di Lippo Mapletree Indonesia Retail Trust (LMIRT) yang tercatat di Bursa Efek Singapura dan akuisisi atas 40 persen kepemilikan manajer LMIRT Mgt.
Sisanya yaitu sebesar USD47,1 juta (Rp403 miliar) atau 29,6 persen dari akuisisi tersebut akan didanai oleh kas internal LPKR, yang pada 31 Maret 2011 berjumlah USD383,2 juta (Rp3,277 triliun).
Sementara 18,2 persen dari total 27,24 persen kepemilikan pada LMIRT diakuisisi dari perusahaan afiliasi LIPPO, sedangkan sisanya sebesar 9,02 persen dari unit LMIRT dan 40 persen saham pada LMIRT Mgt diakuisisi dari masing-masing Mapletree LM Pte Ltd. and Mapletree Capital Management Pte Ltd.
"Akuisisi tersebut akan menyinergikan LMIRT dan LMIRT Mgt untuk memperkuat pilar ketiga dan keempat dari strategi LPKR sesudah pilar pertama dan kedua masing-masing kelompok Homes (Perumahan) dan Hospitals (Rumah Sakit)," jelasnya.
Strategi ini akan menempatkan LMIRT dan LMIRT Mgt seiring dengan Lippo Malls Group milik LPKR yang memungkinkan LPKR untuk melaksanakan rencananya memasukkan dan memfasilitasi aset mal senilai USD2 miliar (Rp17 triliun) kepada LMIRT dalam tiga tahun ke depan.
Hal ini akan menambah aset mal yang telah dimiliki LMIRT saat ini senilai USD798 juta (Rp6,8 triliun) menjadi USD4 miliar (Rp34 triliun) dalam lima tahun, menjadikan pilar ketiga LPKR yaitu Lippo Malls Group lebih kokoh bersama dengan landasan-landasan bisnis yang lain yang dimiliki.