JAKARTA - Pemerintah menargetkan data penerima program bantuan di tahun 2011 mencapai 25 juta hingga 26 juta rumah tangga, dari total 40 persen masyarakat atau rumah tangga yang pendapatannya terbawah alias miskin.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Sosial, Winandi Imawan dalam paparannya di acara Sosialisasi Pendataan Program Perlindungan Sosial 2011 yang diadakan oleh BPS di Swiss Belhotel, Jakarta, Selasa (5/7/2011).
Winandi menjelaskan, sebelumnya pada tahun 2008 target penerimaan program perentas kemiskinan pemerintah hanya sekitar 17,5 juta rumah tangga. Pihaknya juga menjamin untuk 2011 nantinya akan lebih banyak masyarakat miskin yang mendapatkan hak tersebut dan pembagian jatah tersebut juga sesuai dengan sasaran.
"Data yang baru ini berdasarkan nama dan alamat, dan ini menjadi data tunggal bagi semua kementerian," ujarnya.
Program perentas kemiskinan pemerintah terdiri dari Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas), beras untuk masyarakat miskin (Raskin) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Menurutnya, pada tahun 2005 dan 2008 masih banyak kesalahan data, sehingga masih banyak masyarakat mampu yang menerima program bantuan perentas kemiskinan pemerintah, sehingga angka kemiskinan tidak terlalu menurun.
"Masalah data kemiskinan terkadang menghambat dalam pembuatan kebijakan program pemerintah dalam perentas kemiskinan, dan harus tepat sasaran baru bisa cepat menurunkan kemiskinan," tutupnya.
(Widi Agustian)