Bali Pasar Potensial Bisnis MLM

Rohmat, Jurnalis
Selasa 09 Agustus 2011 10:57 WIB
ilustrasi
Share :

DENPASAR - Bali tetap menjadi pasar potensial bisnis Multi Level Marketing (MLM) sehingga makin banyak perusahaan yang mengandalkan jaringan tersebut melakukan ekspansi bisnis ke daerah tujuan pariwisata internasional ini.

Para pemain MLM terus bersaing ketat dalam membidik konsumen dengan menawarkan produk unggulan mulai kebutuhan sehari-hari, kosmetik hingga kesehatan, sehingga Kondisi ini menjadikan persaingan di antara mereka cukup ketat. Adapun perusahaan MLM yang masih eksis di Bali dan gencar melakukan ekspansi pasar seperti Amway, CNI, K-Link dan Tiens.

"Bali adalah pasar potensial bagi pengembangan bisnis kami. Selama sembilan tahun bisnis kami berkembang di Bali," ujar Public Relation Manager PT Amway Indonesia, Ita Sembiring dalam perbincangan dengan okezone, Selasa (9/8/2011).

Dalam menghadapi kompetisi ini, pihaknya berupaya memperkuat fasilitas layanan untuk lebih mendekatkan dengan konsumen. Di antaranya fasilitas Amway Distribution Center (ADC) di Denpasar yang baru saja di lokasi yang lebih representatif di Jalan Hayam Wuruk.

Dengan adanya fasilitas ADC itu, lanjut Ita, dimaksudkan sebagai langkah stretegis untuk mendukung performa kinerja perusahaan dan para independet business owner (IBO) atau pemilik mandiri bisnis tersebut.

Sejak 2002 hadir di Bali, yang merupakan ke-10 dari total ADC di seluruh Indonesia, terjadi lonjakan jumlah anggota dan permintaan. Dalam persaingan dengan sesama MLM, dua produk yang menjadi andalan pasar adalah Nutrilite dan Artistry.

"Produk nutrilite primadona kami ini merupakan suplemen makanan berupa vitamin dan mineral yang menanam, memanen dan mengolah tanamannya di ladang bersertifikat organik milik sendiri," katanya menjelaskan.

Dalam membangun citra ke publik, selain memasarkan beragam produk, pihaknya juga membangun pola kemitraan dengan perusahan lokal untuk memperluas jangkauan layanan dan manfaat bagi para independent bisnis owner (IBO).

Lewat program yang disebut UKMWAY, jelas Ita, merupakan usaha bersama antara Amway denbgan PT UKMI, dalam membangun usaha kecil menengah. Sejak 2008, telah dilakukan kerja sama dengan pengusaha-pengusaha lokal di Tanah Air, seperti dalam memasarkan hasil pertanian jagung di Jawa Barat hingga madu hutan di Kalimantan.

Dengan kerja sama itu, para peternak atau petani bisa lebih mudah memasarkan produk mereka dengan harga kompetitif. Memanfaatkan jaringan yang dimiliki, sehingga produk-produk UKM lebih mudah terserap pasar Tanah Air.

Hanya saja, sampai saat ini pola kemitraan itu belum bisa dilakukan di semua daerah termasuk di Bali. "Ke depan kami akan rancang program kemitraan sejenis di Bali, hanya saja saat ini kami masih fokus untuk daerah yang bisa sinergi dengan produk kami," tutup Ita yang juga seorang novelis ini.

(Andina Meryani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya