Mari: Jangan Sebut Mereka Pedagang Kaki Lima

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Senin 22 Agustus 2011 14:38 WIB
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu Foto: Koran SI
Share :

JAKARTA - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu melarang penyebutan 'PKL' sebagai 'pedagang kaki lima'. Mari lebih memilih menyebut mereka sebagai pedagang kreatif lapangan.

"Sebut mereka 'pedagang kreatif lapangan'," kata Mari pada Rapat Koordinasi Pengembangan Pasar, di Hotel Sheraton, Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Senin (22/8/2011).

Alasannya, kata Mari, para PKL ini memang sangat kreatif, baik dalam hal jenis barang maupun cara mereka berdagang.

"Mereka juga harus kita beri tempat yang layak. Jika tidak, maka mereka akan mengambil ruang-ruang di sarana umum seperti trotoar untuk dijadikan tempat berdagang," imbuhnya.

Mari juga mengingatkan, para PKL ini sebaiknya dikelola dengan baik. Sebab, mereka ikut membayar sewa dan retribusi yang dapat menjadi pendapatan asli daerah (PAD).

"Para PKL ini tidak bisa dihindari ikut meramaikan pasar-pasar rakyat di seluruh Indonesia. Dan jika dikelola dengan baik, pasar bisa menjadi profit center bagi daerah tempat pasar tersebut berada," ujarnya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah melakukan pengembangan pasar rakyat melalui pendekatan komprehensif berbasiskan sosial dan budaya masing-masing wilayah. Pengembangan pasar ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang di pasar-pasar rakyat di Tanah Air.

Saat ini, ada sekira 4.000 pasar di 220 kabupaten di Indonesia. Tiap pasar diisi kira-kira seribu pedagang, artinya, ada sekira empat juta pedagang di seluruh pasar rakyat di penjuru Nusantara.

"Jika program pengembangan pasar ini diselesaikan di seluruh kabupaten, maka akan ada sekira 8-10 juta pedagang di seluruh Indonesia. Jumlah ini sangat signifikan karena menyangkut perbaikan kesejahteraan para pedagang tersebut," imbuhnya.

(Andina Meryani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya