PT RAPP Kalim Berkontribusi Rp196 T per Tahun

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis
Minggu 18 Desember 2011 14:17 WIB
Ilustrasi. Corbis.
Share :

PEKANBARU- PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah memberikan kontribusi untuk perekonomian secara nasional. Dalam kajian yang dilakukan secara independen memperlihatkan bahwa selama kurun waktu 1999-2010, RAPP berkontribusi sebesar Rp196 triliun dalam pembentukan output nasional.
 
Dimana 89 persen atau Rp. 175 triliun diantaranya terjadi di Provinsi Riau. Kajian yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat-Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-UI) dengan Universitas Riau (UR) dan Universitas Islam Riau (UIR) terhadap kehadiran PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Propinsi Riau menunjukkan adanya kontribusi pada perekonomian di Riau juga untuk terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat.
 
Salah satu peneliti LPEM-UI Widyono Soetjipto mengatakan, penelitian tersebut dilakukan dalam mulai 1999-2010. Hal itu untuk mengetahui sejauh mana dampak ekonomi seperti output, Produk Domestik Bruto (PDRB), pendapatan rumah tangga dan tenaga kerja serta dampak fiscal seperti pajak, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
“Sekitar 76,6 persen dari total dampak pendapatan rumah tangga RAPP terjadi di Provinsi Riau dengan pendapatan tertingi pada 2010 mencapai Rp2,85 triliun. Dalam periode 1999-2010, kontribusi RAPP dalam pembentukan pendapatan rumah tangga di Pelalawan sekitar Rp10,73 triliun atau setara 46,11 persen dari total pendapatan rumah tangga di Kabupaten Pelalawan,” katanya kepada okezone di Pekanbaru, kemarin.
 
Untuk kesempatan kerja lanjutnya, keberadaan RAPP adalah 73 persen Di Pelalawan sendiri, ada sekitar 56 persen kesempatan kerja dari total seluruh Provinsi Riau. “Secara rata-rata, dalam kurun waktu 11 tahun, RAPP telah memicu penambahan kesempatan kerja 36 ribu orang atau 42 persen dari total kesempatan kerja Pelalawan,” tutur dia.
 
Sementara itu, Presiden Komisaris RAPP Tony Wenas mengatakan, sebagai salah satu perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau perusahaan telah menjalankan usahanya selama ini dengan pola bisnis yang berkelanjutan.
 
Tentunya dengan menyeimbangkan aspek pembangunan sosial dan ekonomi dengan mengedepankan pengelolaan hutan tanaman industri yang lestari. “Kami menerapkan tiga pilar bisnis yang merujuk pada aspek planet, people dan profit. Kami juga mengutamakan dan mendukung program pemerintah yang menerapkan bisnis yang pro-lingkungan, pro-pertumbuhan, pro-tenaga kerja serta pro-pengentasan kemiskinan,” tukas dia. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya