Cara Asyik Kelola Kios Rumah Makan Bagi Pekerja

, Jurnalis
Selasa 27 Desember 2011 13:13 WIB
Logo MRE Financial & Business Advisory. Foto: MRE
Share :

Assalamu'alaikum Wr.Wb. Saya seorang PNS, tapi sebelumnya saya punya usaha kecil-kecilan yaitu rumah makan. Saat ini saya bingung membagi waktu untuk memantau pekerja serta keuangan usaha tersebut. Pertanyaan saya, bagaimana mengatur semua itu. Terima kasih.

Oleh:
Irfan (ivan.djaxxx@gmail.com)
Manado

Jawaban:

Salut buat pak Irfan, menjadi seorang PNS tetapi sekaligus membangun usaha dan menjadi wiraswasta. Bekerja kantoran memang memakan waktu yang banyak, terikat waktu untuk datang pada jam tertentu dan pulang pada jam tertentu pula. Jika pekerjaan sedang mencapai puncak ada kemungkinan bisa bekerja lembur.

Usaha rumah makan kecil-kecilan memang belum memungkinkan menggunakan sistem teknologi informasi yang canggih karena membutuhkan investasi yang besar. Pada jaman dahulu, segala sesuatu kebanyakan dipantau secara langsung termasuk karyawan.

Namun, pada jaman modern ini, pandangan berubah. Karyawan dengan karakter baik akan menyelesaikan berbagai tugasnya dengan baik dipantau atau tidak. Untuk menghasilkan karyawan seperti itu, maka sebelum mempekerjakan karyawan rumah makan, diperlukan seleksi yang ketat.

Namun, kesalahan dalam pelayanan karyawan kepada konsumen bisa disebabkan bukan karena tidak mau, tetapi tidak tahu. Untuk itu, karyawan perlu di-training, sehingga pelayanan rumah makan prima. Luangkan waktu sedikit waktu untuk melakukan training kepada karyawan.

Selain itu, memberikan reward kepada karyawan jika semakin banyak order di rumah makan Anda, akan semakin memotivasi karyawan. Untuk mengontrol pengeluaran, Anda bisa menentukan supplier untuk memenuhi kebutuhan rumah makan, dan Anda secara langsung mengurus tagihan yang bisa dilakukan dengan mudah dan cepat melalui transfer via ATM. Hal ini akan mengurangi risiko pengeluaran yang berlebihan.

Pengontrolan dalam hal pendapatan, dapat dilakukan secara sederhana, misalnya konsumen membayar berdasarkan jumlah yang ditagih dalam nota. Pengendalian pemasukan akan semakin baik dan jelas dengan catatan yang lengkap.

Dalam mengelola keuangan rumah makan, perlu diingat bahwa segala pendapatan yang diperoleh harus dipisahkan dengan konsumsi pribadi. Jadi, Anda juga perlu menggaji diri sendiri setiap bulan sehingga batasan keuangan pribadi dan bisnis menjadi jelas. Keuangan yang terpisah tersebut dapat menjadi acuan untuk mengembangkan bisnis.

Alasan klasik kebanyakan usaha, karena tidak adanya pembatasan yang tegas dengan uang untuk konsumsi pribadi, usaha tersebut akhirnya hanya berjalan ditempat atau bahkan menurun. Keinginan pribadi yang tidak ada ujungnya berdampak pada usaha bisnis.

Menurut pendapat saya pribadi, kenyataannya dalam menjalankan bisnis sekaligus berkerja kepada perusahaan lain dengan ikatan waktu bagaimanapun tidaklah gampang.

Pada satu titik tertentu, Anda perlu memutuskan fokus sebagai karyawan atau benar-benar memberikan perhatian penuh untuk mengembangkan bisnis rumah makan, terutama jika bisnis anda terus berkembang sehingga membutuhkan waktu anda lebih banyak. Salam sukses.

Diasuh oleh:
Oktavia Edwish, MM, CFP®
MRE Financial & Business Advisory
www.mre.co.id

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya