"Bahasa Inggris Perlu, Tapi Jangan Lupa Kita Hidup di Indonesia"

Idris Rusadi Putra, Jurnalis
Rabu 04 Januari 2012 20:47 WIB
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati. Foto: Heru Haryono/okezone.com
Share :

JAKARTA - Program Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang akan mengharuskan pegawainya mempunyai TOEFL di atas 600 diakatakan hanya merupakan salah satu penilaian kompetensi. Pada dasarnya, penilaian kompetensi itu tidak hanya dari TOEFL.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty menjelaskan, penguasaan Bahasa Inggris memang perlu, namun jangan sampai melupakan Bahasa Indonesia karena hidup di Indonesia.

"Bahasa Inggris perlu tapi jangan lupa kita hidup di Indonesia. Bahasa Indonesia yang baik, menjaga bahasa daerah itu juga menjadi hal penting. Untuk komunikasi, Bahasa Inggris, iya penting karena kita komunikasi dengan internasional," ungkap Anny ketika ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (4/1/2012).

Lebih lanjut Anny mengatakan penguasaan TOEFL di atas 600 bukan salah satu indikasi dalam bekerja. Tapi masih banyak indikasi lain dalam pekerjaan seperti komitmen, etika, dan lain-lain.

"Yang penting kan dia profesional, punya integritas, punya komitmen, mau bekerja keras, menjaga etika itu penting. Jadi tidak hanya sekedar mengecek dari TOEFL," jelasnya

Walaupun demikian, Anny mengaku penguasaan bahasa Inggris memang penting. Dan mekanisme penguasaan Bahasa Inggris di Kementerian sudah ada dengan adanya BPPK.

"Emang kalau TOEFL nya jelek mau diapakan, emang mau diberhentikan kan tidak, kita bisa kasih training dan sgala macem. BPPK bisa melakukan akselerasi untuk meningkatkan kualitas Bahasa Inggris. Secara internal ada," pungkasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya