JAKARTA - Bagi pencinta furnitur berbahan alami, kini pilihan material mebel atau funitur idaman yang tersedia di pasaran semakin variatif. Selain dari kayu jati, bambu, dan rotan, eceng gondok pun telah dijadikan pilihan material baru oleh beberapa produsen furnitur. Salah satunya adalah QB Furniture yang sudah mendalami bisnis ini sejak tahun 2008.
Sejak awal berdiri QB Furniture lebih dominan menggunakan bahan dari kayu jati, baru kemudian pada 2009 menambah bahan rotan sintetis dan eceng gondok.
Menurut Furniture Division Head QB Furniture, Yudhi Yogaswara, eceng gondok dipilih karena merupakan salah satu material lokal yang unik dan belum terlalu banyak dieksplorasi. Eceng gondok yang mereka gunakan dipesan langsung dari Tutang, Salatiga.
"Kami belum banyak melakukan eksplorasi dengan bahan ini, tapi mungkin di masa depan kami akan berusaha membuat desain-desain yang modern agar kesan kekinian tetap bisa diaplikasikan dengan material ini," katanya kepada okezone, Rabu (11/1/2012).
Eceng gondok pun memiliki sisi lebih dan minusnya. Kelebihannya, eceng gondok memiliki kesan rustic dan kesan alami yang kuat. Bisa dibuat dengan rangka kayu atau rotan, sehingga cukup fleksibel dan mudah dibentuk. Kelemahannya, material ini harus dijauhkan dari air karena porous, lebih baik digunakan sebagai untuk furnitur interior atau pada teras yang beratap.
Prospek furnitur berbahan alami pun dinilai Yudha Yogaswara masih menujukkan nilai bagus di pasaran. "Untuk furniture kayu saya rasa masih banyak digemari. Untuk eceng gondok saat ini menurut saya masih belum terlalu banyak digemari. Namun terdapat prospek yang bagus untuk bahan ini terutama jika didukung dengan desain-desain yang modern dan unik," tambah Yudha.
Kelebihan eceng gondok selain kesan alaminya yang kuat, harga furnitur eceng gondok cenderung lebih murah dibanding kayu dan rotan sintetis. Produk ini diminati oleh pembeli karena sifatnya yang alami, klasik, elegan juga tidak ketinggalan zaman.
(Rani Hardjanti)