JAKARTA - PT PLN (Persero) akan mengembangkan 60 persen dari 96 titik konsesi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia dengan total berkapasitas 12.800 megawatt (mw) hingga 2025.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN Nur Pamudji yang ditemui dalam acara diskusi METI di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Rabu (25/1/2012).
"Melalui Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RPUTL) di Desember 2011, ada 96 titik konsesi PLTA di Indonesia dengan total 12.800 mw. Dan 60 persen ingin dikembangkan sendiri oleh PLN. Sisanya ditawarkan kepada Independent Power Producer (IPP)," ujar Nur.
untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk memperbaiki konsesi PLTA yang menyebabkan negosisasi ulang dan berpotensi PLN tidak mendapatkan harga yang murah.
"Terhambat karena pengaturan konsesi tidak sangat baik. Jadi misalnya seseorang memegang ijin PLTA tiba-tiba perusahaan swasta memegang izin tersebut jika disetujui PLN harus negosiasi dan belum tentu dapat harga yang murah," tegasnya.
Lebih lanjut Nur menambahkan, izin tersebut keluar dari pemerintah terus keluar lagi di Bupati sehingga pihaknya harus melakukan negosiasi ulang yang menghambat pembangunan PLTA tersebut. (mrt)
(Rani Hardjanti)