Ini Alasan Pertamina EP Tak Capai Target Lifting

Saugi Riyandi, Jurnalis
Senin 06 Februari 2012 08:15 WIB
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Inilah yang menjadi penyebab PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) tidak mencapai target lifting minyaknya.

"Produksi di bawah target sebetulnya begini, kalau target kita satu tahun 134 ribu barel per hari (bph). Di Januari target kita memang 133 ribu bph. Nah, kemarin cuma 124 ribu bph ada sembilan ribuan kita shortfall," ujar Presiden Direktur Pertamina EP Syamsu Alam kepada okezone di Jakarta, Senin (6/2/2012).

Dirinya mengatakan ada beberapa hal yang menjadi penyebab menurunnya produksi minyak tersebut.

"Yang pertama Lapangan Sukowati yang targetnya di Januari bisa 36 ribu hanya 32 ribu. PAC PAN di Natuna seharusnya ada tambahan 2-3 ribu karena kita tunggu SPS, tunggu segala macam, itu juga belum bisa produksi. Empat ribu tambah dua ribu sudah enam ribu. dari Poleng ada problem kompresor, yang targetnya di atas lima ribu cuma tiga ribu itu dua ribu lagi shortfall. Memang Januari kita sembilan ribu shortfall," tegasnya.

Kemudian, lanjut Syamsu, pihaknya selama dua hari telah melakukan workshop mencari apa upaya-upaya agar produksinya normal kembali di akhir tahun. "Mudah-mudahan untuk Februari target baru kita 126 ribu. Kita akan coba kembalikan produksi ke target untuk capai rata-rata 134 ribu. Untuk target februari kita harus capai 126 ribu," lanjutnya.

Dirinya menambahkan Pertamina EP akan melakukan percepatan dan memperbaiki kerusakan yang terjadi di lapangan-lapangan tersebut. "Kita sudah melakukan beberapa percepatan, kemudian kompresor di Poleng kita upayakan cepat diperbaiki, kemudian di X-ray kemarin ada masalah gasnya habis, kompresornya tidak bisa hidup, kita sudah lakukan pemboran buka lapisan baru, sekarang sedang dites, semoga bisa hidup," tambahnya.

Dengan percepatan dan perbaikan itu, Syamsu berharap semoga di akhir tahun dapat tercapai target lifting Pertamina EP tersebut. "Kita kan harus mengembalikan ini ke sana, kita balikin ga bisa langsung, pelan-pelan, nanti menumpuknya di akhir tahun," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya