BANDUNG - Kalimantan Timur (Kaltim) siap menampung tenaga kerja asal Jawa Barat (Jabar). Saat ini, ada ratusan ribu lowongan kerja yang tersedia di Kaltim.
Gubernur Kaltim Awang Faroek mengatakan, lowongan tersebut berada di berbagai bidang, di antaranya pembangunan food estate dan real estate seluas 2.000 hektare, serta perkebunan seluas 1 juta hektare.
“Membangun food estate dan real estate, kami perlu 50.000 tenaga kerja. Sedangkan untuk perkebunan kalau dihitung, Kaltim perlu 750 ribu tenaga kerja dari seluruh provinsi di Pulau Jawa, termasuk Jabar,” kata dia, Kamis (3/5/2012).
Lowongan kerja tersebut diungkapkan Awang Faroek Ishak usai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kerjasama pembangunan antara Pemprov Kalitim dan Pemprov Jabar, di Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung.
Dalam MoU, disepakati 12 sektor, terutama sektor ketenagakerjaan untuk membangun food estate dan real estate di Kaltim. Selain itu, kerja sama juga meliputi sektor industri, pertanian, pendidikan, penanaman modal, pertambangan energi dan sumber daya mineral, dan lain-lain. "MoU ini wujud pemanfaatan peluang keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dari setiap provinsi," terangnya.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jabar Agus Gustiar menjelaskan, kerjasama Jabar dengan provinsi lain baru pertama kali dilakukan. Diharapkan, kerja sama dengan Pemprov Kaltim bisa saling menguntungkan.
Kata Agus, Kaltim memiliki potensi luar biasa. Misalnya di bidang industry intermediate, seperti petani rotan yang naik tingkat menjadi perajin rotan. Selanjutnya Jabar bisa berperan sebagai finishing. "Jadi kan sama-sama untung," ujarnya.
(Widi Agustian)