JAKARTA - BP Migas berusaha meningkatkan penerimaan Negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas). Selama ini, sektor hulu migas meningkatkan penerimaan negara dari tahun ke tahun, namun subsidi energi juga bertambah setiap tahunnya. Kondisi ini menyebabkan penerimaan migas tergerus subsidi.
"BP Migas terus berusaha meningkatkan penerimaan negara dari sektor migas, salah satu faktor meningkatnya penerimaan dari sektor migas, karena kenaikan harga minyak dunia,” kata Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana seperti dikutip dari situs resmi BP Migas, Kamis (17/5/2012).
Selain itu, BP Migas melakukan berbagai upaya, seperti efisiensi biaya operasional melalui pengawasan berlapis. Dalam lima tahun terakhir, return on investment di Indonesia cukup menarik dengan rata-rata 60 persen bagian negara, 16 persen pendapatan bersih kontraktor, sisanya untuk biaya operasi.
Selain itu, BP Migas ditunjuk pemerintah untuk meningkatkan harga jual gas bumi. “Tahun ini dari perbaikan beberapa harga gas domestik dan ekspor penerimaan akan naik setidaknya Rp6 triliun,” tutupnya.
(Widi Agustian)