JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak konsolidasi. Meski begitu, rupiah belum mampu lepas dari level Rp9.300 per USD.
Bloomberg mencatat, rupiah berada pada Rp9.354 per USD, menguat 41 poin ketimbang perdagangan kemarin di Rp9.395 per USD. Dengan pergerakan harian dikisaran Rp9.249-Rp9.433 per USD.
Sementara Bank Indonesia (BI) mencatat, rupiah bercokol di Rp9.280 per USD. Angka ini melemah tipis lima poin dari Rp9.275 per USD, dengan pergerakan harian dikisaran Rp9.234-Rp9.326 per USD.
Head of Research Treasury Division BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, kuatnya nuansa risk aversion yang memukul mata uang Asia lainnya akibat rencana keluarnya Yunani dari zona euro memang memberikan tekanan bagi rupiah.
"Kuatnya supremasi the greenback juga mendorong bank sentral untuk membatasi intervensinya di pasar valas," ungkap dia lewat riset hariannya di Jakarta, Kamis (24/5/2012).
Menurutnya, problema benua Eropa masih menjadi fokus perhatian apalagi, jatuhnya euro menembus 1,2600 per USD, merupakan level terlemah sejak Juli 2010.
"Kendati BI telah berusaha keras menahan pergerakan di bawah range Rp9.300 per USD, tapi dorongan depresiasi terlalu kuat di tengah level NDF yang sudah berada di level Rp9.400-an," jelas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)