Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Merosot 59%

Iwan Supriyatna, Jurnalis
Kamis 07 Juni 2012 14:06 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

JAKARTA - Surplus perdagangan kuartal I-2012 tercatat mengalami penurunan sebesar USD3,92 miliar atau 59,39 persen. Surplus pada tahun ini, hanya mencapai USD2,68 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD6,6 miliar.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, data tersebut merupakan data Badan Pusat Statistik (BPS). Bayu menambahkan, pertumbuhan ekspor Indonesia pada kuartal I ini turun drastis dari 30,1 persen menjadi 4,1 persen.

"Pada kuartal I ini terjadi peningkatan impor barang modal, dari 12 persen pada tahun lalu menjadi 35 persen tahun ini," ungkap Bayu usai konferensi pers terkait krisis ekonomi global yang semakin nyata berdampak terhadap kinerja ekspor Indonesia, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (7/6/2012).

Bayu menuturkan, surplus neraca perdagangan terjadi lantaran peran komoditi ekspor tumbuh masih cukup tinggi. Komoditi tersebut, antara lain kendaraan dan spare part yang naik 43,7 persen, lemak dan nabati naik 32,9 persen, ikan dan udang 27,5 persen.

"Dari sejak 2008 hingga sekarang, neraca perdagangan kita hanya negatif di tiga bulan saja yaitu April 2008, Juli 2008, dan Juli 2010," jelas dia.

Menurut Bayu, kondisi krisis ekonomi global mulai terasa dampaknya kepada Indonesia. Hal ini terbukti dengan menurunnya pertumbuhan ekspor. "Tapi neraca perdagangan kita pada Januari hingga April masih positif," tutup Bayu.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya