JAKARTA – PT Merpati Nusantara menandatangani nota kesepahaman (Momorandum of Understanding/MOU) dengan PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Nusantara Turbin Propolis (NTP). Kerjasama yang dilakukan yakni dalam pembelian pesawat terbang.
Dalam kesepakatan ini, Merpati memesan pesawat jenis CASA 212, dengan harga sekira USD6,5-USD7 juta per unit. Pemesanan pesawat tersebut dibutuhkan sebanyak 20 unit. Namun, untuk tahun ini hanya lima unit yang tersedia.
Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines, Rudi Sedia Purnomo mengatakan, kerjasama ini memberikan komitmen yang baik dalam membangun industri penerbangan.
"Kondisi merpati sekarang ini menjadi lebih positif, penurunan biaya operasi khususnya pada penggunaan biaya bahan bakar dilakukan untuk menekan biaya operasional," ungkap dia di ruang serbaguna lantai 21 kantor Menteri BUMN, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Dia melanjutkan, sebesar 80 persen atau senilai dengan Rp20 triliun perbaikan pesawat, masih dilakukan di luar negeri. Oleh karena itu, dia berharap diharapkan dengan kerjasama ini mampu menekan biaya operasional.
Di kesempatan yang sama, Direktur PT Dirgantara Indonesia Budi santoso mengatakan merpati selama ini merupakan pelanggan klasik DI. "Ini merupakan langkah awal dari kebangkitan kedua perusahaan," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)