JAKARTA - Menjelang hari raya Lebaran, harga-harga bahan kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut, selain dari tingginya permintaan, juga disebabkan adanya spekulan.
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengungkapkan, saat ini stok pangan tersebut cukup. Namun, karena adanya spekulasi-spekulasi, maka rakyat dirugikan dengan kenaikan harga ini.
"Padahal beras cukup, kebutuhan pangan tersedia, tidak ada alasan kekurangan. Bahkan cadangan melebihi dari yang sebelumnya," ungkap dia kala ditemui di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Oleh sebab itu, dia menilai ada kelompok pedagang yang kemudian ingin memanfaatkan situasi yang memang ada peningkatan permintaan. Hal tersebut dia yakini, mengingat sampai saat ini stok beras tergolong aman. "Beras sekarang ada dua juta ton," tambah dia.
Menurut dia, salah satu cara untuk mengendalikan harga tersebut adalah dengan melakukan Operasi pasar. "Kedua masyarakat didorong adanya pasar murah, mungkin ini suatu langkah positif kalau dilakukan secara serentak, apakah oleh perusahaan-perusahaan besar diimbau melakukan hal tersebut di samping BUMN yang ada," jelas dia.
Dia melanjutkan, operasi pasar tersebut dapat dilakukan dari permintaan Pemerintah Daerah. "Tergantung dari harga yang melebihi 10 persen, daerah sudah bisa mengajukan," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)