Obligasi Senior Lippo Karawaci Oversubscribed 8,4x

, Jurnalis
Selasa 16 Oktober 2012 17:57 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengklaim sukses menerbitkan obligasi senior sebesar USD100 juta, dengan jangka waktu tujuh tahun. Penerbitan obligasi ini merupakan penambahan terhadap obligasi USD150 juta yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh perseroan yang jatuh tempo pada 2019, sehingga menjadi USD250 juta.

"Obligasi tersebut diterbitkan pada harga 105,25, dengan yield 5,879 persen. Jumlah pesanan atas obligasi ini mencapai USD840 juta atau oversubscribed 8,4x," kata Head of Deutsche Bank Capital Markets and Treasurey Solutions untuk Asia Tenggara Sreenivasan Iyer, dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Selasa (16/10/2012).

Adapun Deutsche Bank bertindak sebagai Sole Global Coordinator dan Bookrunner. Sementara Bank of America Merryl Lynch, Credit Suisse dan Citi bertindak sebagai Joint Bookrunners. Diketahui, obligasi baru yang jatuh tempo 2019 ini mendapat peringkat B1 dari Moody’s, BB- stable dari S&P dan BB- stable dari Fitch.

Dia menjelaskan, sebanyak 87 persen dari obligasi ini dialokasikan bagi para investor dari Asia dan sisanya dialokasikan bagi para investor Eropa. Asset managers mendapat alokasi 80 persen, private banks sembilan persen, dan bank 11 persen.

"Dengan yield sebesar 5,879 persen, untuk obligasi tujuh tahun bagi penerbit obligasi Indonesia merefleksikan kualitas dan track record dari penerbit obligasi tersebut dan profil investasi Indonesia yang makin menarik," kata Sreenivasan Iyer.

Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya menambahkan, kesuksesan penerbitan obligasi LPKR dengan pricing yang agresif ini, menunjukkan keyakinan pasar akan strategi, bisnis, prospek pertumbuhan, dan manajemen perseroan.

"Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini akan digunakan Perseroan untuk melanjutkan ekspansi pengembangan rumah sakit, mal ritel dan untuk keperluan perseroan lainnya. Rasio Net Debt to Equity LPKR untuk 2012 diestimasikan mencapai 30 persen," pungkas Ketut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya