Pemerintah Kekeuh Cadangan BBM Harus 21 Hari

Pebrianto Eko Wicaksono, Jurnalis
Senin 07 Januari 2013 14:43 WIB
Wamen ESDM Rubi Rubiandini (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah tidak akan mengubah cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi selama 21 hari meski PT Pertamina (Persero) meminta untuk mengurangi cadangannya. Pasalnya, menurunkan cadangan BBM subsidi terlalu berisiko.

"Sampai saat ini ketika kita punya cadangan 21 hari, itu bertahan saja sudah syukur. Jadi jangan minta dinaikan atau turunkan karena keduanya berisiko, yang satu ke duit yang satu ke keamanan. Itu masalah optimasi saja,"
kata Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini, di kantornya, Jakarta, Senin (7/1/2013).

Rudi mengungkapkan, saat ini, Pertamina memiliki cadangan BBM selama 21 hari. Pasalnya, harga BBM subsidi dianggap terlalu murah sehingga stok minyak saat ini masih belum mencapai ketahanan energi.

"Cadangan itu kan Pertamina punya 21 hari. Itu saja sudah menjerit minta dikurangi karena dengan makin panjang cadangan berarti uang yang diam semakin banyak. Pertamina menjerit ingin memotong," jelas Rudi.

Menurut Rudi, saat ini negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa mempunyai cadangan selama hampir tiga sampai enam bulan. Negara maju tersebut, tambah dia, mematok harga BBM mencapai Rp15 ribu-Rp20 ribu per liter.

"Jadi jangankan kita punya tabungan, pendapatan dari migas yang Rp360 triliun itu diambil untuk subsidi Rp270 triliun," tutup Rudi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya