JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Agus DW Martowardojo membantah bila penghematan anggaran menjadi penghambat penyerapan. Penghematan tersebut dinilainya lebih pada efektifitas belanja.
"Penghematan bukan terus menghambat penyerapan, tapi membuat juga belanja pegawai atau barang tidak terserap penuh," tegas Agus Marto, di Kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (17/1/2013).
Meski demikian, dia mengungkapkan Kementerian Keuangan mengutamakan agar belanja tepat sasaran dan tepat nilai. "Jadi enggak bisa hanya untuk alasan penyerapan tinggi dana dikeluarkan," tambahnya.
Agus menjelaskan, pada saat APBN 2011 dilaksanakan ada program penghematan yang sifatnya mandatori. Mandatori tersebut terus direalokasikan ke belanja lain. "Realokasi ke belanja lain ternyata memakan waktu lama, persetujuan lama, penggunaan yang terlambat sehingga akhrinya realisasi menjadi rendah," ujar Agus.
Menurutnya, pada 2012 anggaran sudah didisain sejak awal, sehingga tidak lagi menjadi masalah utama. "Isunya lebih di masing-masing K/L menjaga untuk kendalikan penghematan, jadi sejalan dengan arahan pemerintah," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)