JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku dengan menjual Liquiefed Petroleum Gas (LPG) 12 kilogram (kg) seharga Rp70.200 per tabung, pihaknya harus menombok Rp5.152 per kg. Karena itu, di 2012, Pertamina mencatat kerugian sebesar USD541,9 juta per tahun.
"Sampai sekarang ini setiap penjualan LPG 12 kg setiap kg, Pertamina nombok Rp5.152," ujar VP LPG & Gas Products Gigih Wahyu Hari Irianto, di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (20/2/2013).
Gigi menjelaskan, Pertamina merugi sebesar Rp5.152 per kg nya diakibatkan oleh biaya produksinya yang jauh melebihi harga jual CP Aramco yaitu sebesar USD917 per Metric Ton dengan kurs per dolar (AS) Rp9.382.
"Biaya produksinya saja bisa mencapai Rp10.064 karena bahan bakunya sudah tinggi mencapai Rp8.852 per kg sehingga ada disparitas harga Rp5.152," jelasnya.
Seperti diketahui, Pertamina memproyeksikan akan menaikkan harga gas Liquiefed Petroleum Gas (LPG) 12 kilogram (kg) tahun ini menjadi Rp95.600 per tabung atau naik sebesar Rp25.400 per tabung dari harga sebelumnya yang Rp70.200 pada Maret mendatang.