JAKARTA - Direktur Operasi II PT Pegadaian (Persero) Wasis Djuhar mengatakan, Pegadaian menargetkan penjualan emas mencapai delapan hingga 10 persen dengan sistem online. Mengingat, pada 1 April 2013, Pegadaian telah membuka layanan pembelian emas dengan sistem online.
"Penjualan emas dari online paling sekira delapan persen sampai 10 persen, karena masih baru, lebih baik yang konvensional juga dibandingkan lewat online," ujar Wasis, saat Jalan Sehat bersama Pegadaian, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (7/4/2013).
Wasis melanjutkan, pembelian emas sudah bisa dilakukan dicabang-cabang Pegadaian. Serta hingga saat ini sudah ada 55 outlet yang menyediakan layanan pengambilan emas.
Lebih lanjut lagi, Wasis mengatakan untuk saat ini stok emas masih dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam), karena menurut Wasis masyarakat hanya percaya dengan emas dari Antam.
"Ada wacana untuk Pegadaian menyediakan emas, jadi emasnya dari Antam namun logonya Pegadaian, tapi sepertinya akan menambah nilai jual, mahal dilogonya," tutupnya.
Sebelumnya, Pegadaian sudah membuka pelayanan pembelian emas secara online melalui website resmi perseroan semenjak Februari 2013. Pegadaian mengaku, jika emas masih menjadi salah satu produk andalannya.
"Bisa juga dengan dicicil mulai dari Rp51 ribu, dan dipastikan proses pembelian di Pegadaian aman dan damai serta jujur," tutur Direktur Keuangan Pegadaian Dwi Agus Pramudya. (wan)
(Widi Agustian)