Apindo: Sudah Infrastruktur Buruk, Eh BBM Naik

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Jum'at 21 Juni 2013 23:45 WIB
ilustrasi: (foto: Okezone)
Share :

DEPOK - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Rp4.500 menjadi Rp6.500. Namun Apindo menegaskan, pemerintah harus mengalihkannya dengan langkah yang tepat dan pro rakyat.

Ketua Apindo Kota Depok Inu Kertapati mengatakan, jika kenaikan harga BBM memang diperuntukan dalam kerangka memperbaiki infrastruktur, tentu pengusaha mendukung hal itu. Namun Inu menegaskan jangan sampai adanya penyalahgunaan kenaikan harga BBM untuk hal yang lain, apalagi hanya dalam upaya pencitraan politik.

"Kami sebagai pengusaha memang sudah enggak tahan dengan sarana infrastruktur yang buruk, apalagi APBN katanya jebol kalau BBM tak dinaikan harganya, tapi jangan sampai ini hanya politik, apalagi pencitraan," tegasnya kepada Okezone, Jumat (21/06/2013).

Inu mengungkapkan, selama ini akibat infrastruktur yang buruk, menyebabkan biaya logistik Indonesia tertinggi se-Asia Tenggara. Sebab, kata dia, jalan rusak dan sarana pelabuhan yang tak memadai menyebabkan keterlambatan pengiriman hasil produksi.

"Biaya logistik kita tinggi 17 persen tertinggi di Asia Tenggara, itu harus dipangkas jika pemerintah dengan sungguh - sungguh menaikan harga BBM untuk mengalihkan pada perbaikan infrastruktur, kami jadi bebannya tak terlalu berat lagi," tukasnya.

Untuk di Depok, kata Inu, tak terlalu berpengaruh dengan demonstrasi buruh yang belakangan marak dilakukan menjelang kenaikan harga BBM. "Kalau Depok tak terlalu berpengaruh pada iklim investasi, tidak seperti Bekasi, Tangerang, dan Bogor," tandasnya. (wan)

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya