JAKARTA - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, meski perekonomian di dunia ini mengalami guncangan yang cukup serius, kerja sama Indonesia dan Norwegia terus berlanjut. Marty pun mengatakan, ada peningkatan kerja sama yang cukup substantif antara Indonesia dan Norwegia.
"Dukungan Norwegia di Bali Democracy Forum (BDF) cukup baik dan juga di kerja sama ekonomi. Bahkan di tengah resesi global, ada peningkatan volume perdagangan yang substantif," ujar Marty dalam jumpa pers bersama Menlu Norwegia Espen Barth Eide, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu (3/7/2013).
Dalam kesempatan itu, Eide pun mengatakan, negaranya sangat senang bisa menjalin kerja sama dengan Indonesia. Eide turut menyinggung kerja sama Indonesia dan Norwegia di bidang energi seperti penambangan gas alam cair (LNG).
"Perdagangan bilateral akan terus meningkat di berbagai sektor. Kami membuka sektor lain di bidang perdagangan, khususnya di LNG tahun ini. Sangat senang bekerja sama dengan Indonesia," ucap Eide.
Seperti diketahui, total volume perdagangan Indonesia dan Norwegia pada 2012 tercatat sebesar USD321,88 dan pada Januari hingga Maret 2013 tercatat sebesar USD84,58 juta. Jumlah volume perdagangan di awal tahun ini dinyatakan meningkat ketimbang awal tahun 2012 yang hanya sebesar USD78,79 juta.
Beberapa komoditas yang menjadi ekspor utama Indonesia ke negara Eropa Barat itu adalah pakaian, alas kaki, alat komunikasi dan produk furnitur. Kedua Menlu itu juga menyambut baik kesepakatan dan implementasi kerja sama di perkembangan industri perikanan.
(Widi Agustian)