JAKARTA – Freeport McMoran Copper and Gold menyatakan akan melakukan pengiriman (shipments) dari tambangnya di Grasberg, Papua. Melalui PT Freeport Indonesia, perseroan sudah melakukan aktivitas pertambangan di bawah tanah (underground).
Juru bicara Freeport, Daisy Primayanti mengatakan, sehari setelah tambang terbesar kedua di dunia tersebut memperoleh izin dari pemerintah untuk melanjutkan operasi bawah tanah, Freeport langsung memulai produksinya.
"Setelah kami membuka tambang Grasberg, pengiriman akan dilakukan ke China, ini adalah pengiriman pertama kali sejak 2 Juni. Tapi memang kami telah mengirim ke Gresik pada 3 Juli," kata Daisy dilansir dari Reuters, Rabu (10/7/2013).
Adapun satuan pengiriman bijih tembaga, emas dan perak 9.000-20.000 metrik ton mt (1 mt=1,1023 ton).
Diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya memberikan izin operasi pada tambang bawah tanah (underground) PT Freeport Indonesia. Tambang tersebut ditutup pasca-longsornya terowongan Big Gossan.
Wakil Menteri ESDM Susilo Suswoutomo kemarin (9/7) mengatakan, untuk tambang terbuka (open pit), pemerintah sudah mengeluarkan izin operasi sejak 21 Juni 2013. Sedangkan kelanjutan operasional tambang bawah tanah, sudah diizinkan kembali operasi.
Susilo mengungkapkan, mekanisme perizinan untuk operasi tambang bawah tanah seluruh operasi Freeport telah memenuhi standar. Demikian hasil investigasi tim independen yang dibentuk oleh Menteri ESDM.
Menurutnya, ESDM telah melakukan diskusi dengan Freeport, di samping tim independen, inspektur tambang, tambang daerah, dan pihak kepolisian. Selain itu, Kementerian ESDM juga telah memberdayakan vulkanologi.
Dia melanjutkan, surat persetujuan operasi sudah diteken oleh Dirjen Minerba Thamrin Sihite. Dengan demikian, Freeport sudah secara resmi mendapatkan hasil investigasi, termasuk rekomendasi-rekomendasinya.
"Dari semua apa yang sudah dilakukan, dirangkum juga dalam pertimbangan-pertimbangan, termasuk dari dorongan masyarakat, dan pemda, sudah ambil kesimpulan, sudah oke, aman," tutur Susilo. (wan)
(Widi Agustian)