JAKARTA - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengaku panen tebu untuk tahun ini terbilang sulit. Sebab, perubahan iklim yang tidak menentu serta curah hujan yang tinggi membuat panen tebu tidak maksimal.
Ketua APTRI Abdul Wachid mengatakan, dengan curah hujan tinggi dan perubahan iklim, panen tebu yang ditujukan sebagai bahan baku gula mengalami gangguan.
"Kalau untuk gula tidak cukup stok tebunya, karena perubahan iklim dan curah hujannya tinggi," ucap Abdul kepada Okezone, Jakarta, Rabu (10/7/2013).
Abdul menjelaskan, kendaraan pengangkut tebu pun tidak dapat masuk wilayah panen akibat curah hujan yang tinggi. Tidak hanya itu, tebu yang harus dibawa pun harus dalam kapasitas banyak.
"Mobil truknya kan besar, sulit masuk wilayah panen untuk angkut tebunya, jadinya sulit karena perubahan iklim dan curah hujan tinggi," tambahnya.
Kendati demikian, Abdul memaparkan bahwa stok tebu untuk konsumsi atau sebagai bahan olahan seperti minuman dapat tercukupi sepanjang bulan puasa maupun Lebaran.
"Kalau sekedar untuk konsumsi olahan minuman, stoknya cukup, sangat cukup," tutupnya. (wan)
(Widi Agustian)