PROBOLINGGO – Menjelang bulan Ramadan harga cabai rawit semakin tidak terkendali. Cabai berukuran kecil yang dulunya dijual Rp30 ribu kini mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg).
Masyarakat berharap agar pemerintah terkait segera menyelesakan masalah ini, karena tidak menutup kemungkinan menjelang hari raya harga akan terus melambung. Pasalnya, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional , seperti Pasar Baru, Pasar Gotong Royong, Pasar Kademangan, Pasar Wonoasih, di kota Probolinggo, harganya terus melambung.
Selain mahalnya harga cabai, pembeli mengeluhkan cabai yang di jual tidak semuanya berwarna merah, melainkan cabai masih muda sudah di jual. Hal ini, tentu saja akan berpengaruh pada rasa cabai.
Meski harga cabai rawit melambung tinggi, sejumlah konsumen tetap saja membeli. Hal ini lantaran cabai merupakan kebutuhan pokok dalam memasak, meskipun jumlah pembeliannya di batasi.
Sedangkan untuk penjual warung makanan dan nasi terpaksa membeli cabai rawit seperti sedia kala, hanya saja satu porsi makanan yang akan dia jual di warungnya nantinya akan dinaikan juga.
Masyarakat hanya bisa pasrah dan berharap agar pemerintah terkait segera menyelesaikan masalah ini, karena tidak menutup kemungkinan menjelang lebaran nanti harga kebutuhan pokok di pasar akan terus naik.
(Martin Bagya Kertiyasa)