Kementan: Harga Cabai Naik Tak Perlu Dibesar-besarkan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 19 Juli 2013 18:21 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Hasanudin Ibrahim mengatakan, melonjaknya harga cabai di pasaran yang menembus Rp100 ribu per kg di berbagai wilayah Indonesia merupakan suatu hal yang seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan.

"Sebenarnya yang mahal itu kan cabai rawit merah. Masyarakat indonesia cuma 15 persen konsumsi cabai tersebut. Cabai itu kan jenisnya macam-macam," ungkap Hasanudin di Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Hasanudin menambahkan, namun untuk harga cabai merah keriting yang dikonsumsi masyarakat Indonesia sebesar 85 persen harganya stabil.

"Lalu cabai besar yang biasa digunakan industri untuk buat saos kaya Heinz, ABC juga harganya Rp15 ribu-20 ribu  per kg. Sedangkan cabai rawit ijo yang buat makan gorengan itu Rp7 ribu. Yang cabai keriting juga kadang-kadang buat hiasan makanan. Namun itu malah yang tidak di ekspose," jelasnya.

"Masyarakat juga kalau membeli cabai diperkirakan tidak ada yang 1 kg. Enggak mungkin, beli banyak-banyak mau mabok sambel? Biasanya juga dihitung dengan gram. Masyarakat kita saja yang terbiasa prefensi cabai segar, kalau ditaruh di kulkas pun enggak tahan lama," tegas dia.

Dia menambahkan, memang tingginya harga cabai juga dipengaruhi oleh permintaan yang tinggi. "Tapi itu sudah diantisipasi oleh petani kok, naiknya 10-20 persen kebutuhan cabai. Ada pengaruhnya buat petani, kasihan petani. Mereka selalu tanya kok harga cabai mahal, padahal kan harga cabai ini cuma Rp20 ribu," tandasnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya