JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan, kerjasama antara BUMN dengan masyarakat secara langsung, yang dalam hal ini beberapa di antaranya dijembatani oleh civil society, diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.
"Seperti di Jember, saat ini peternak sementara hanya memiliki kandang dengan kapasitas 300 ekor, dan itu akan ditingkatkan antara 3.000 sampai 5.000 ekor. Perhitungannya, setiap peternak yang memelihara 5.000 ekor kelinci akan memiliki pendapatan seperti pegawai, yaitu 2 juta per bulan," ungkap Dahlan di Jakarta, Kamis (1/8/2013).
Dahlan mengatakan, kerjasama Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU) dengan pihaknya akan dijalankan oleh PT BUMN Lestari Hijau. Kerjasama ini bukan yang pertama kali, karena sejumlah BUMN lain sudah melaksanakannya di berbagai lokasi.
"Seperti yang baru saja saya tinjau di Bogor, yaitu pengembangkiakan kelinci. Di Jember pengembangbiakan kelinci juga sudah ada, sementara di Madura nanti yang dikembangbiakkan adalah sapi," kata Dahlan.
Sementara Direktur Utama PT BUMN Lestari Hijau Ali Rahman, mengatakan salah satu gagasannya adalah memberikan hak kelola kawasan hutan kepada dai dan daiyah, yang sebelumnya sudah diberangkatkan ke daerah tertinggal.
"Harapannya para dai dan daiyah itu tidak hanya melaksanakan tugas syiar agama, tapi juga memiliki pendapatan tetap atas pengabdiannya," pungkasnya.
(Widi Agustian)