Bangunan Bentuk "L" & "U" Tak Tahan Gempa

Nur Januarita Benu, Jurnalis
Selasa 13 Agustus 2013 15:18 WIB
Ilustrasi, Sumber: Runi/Okezone
Share :

JAKARTA - Indonesia adalah salah satu negara yang cukup rawan bencana, salah satunya gempa bumi. Belajar dari banyak pengalaman saat bencana ini terjadi, tentunya langkah antisipasi perlu dilakukan. Misalnya dengan membuat rumah tahan gempa.

Arsitek Rita Laksmitasari mengatakan, bangunan tahan gempa akan lebih baik berbentuk simetris, bukan bentuk "L" atau "U".

"Sebab bentuk L atau U tidak kuat menahan getaran. Dia akan goyang. Yang baik adalah bentuk simetris atau  kubus. Kubus akan lebih kuat menahan getaran," ujarnya kepada Okezone.

Menggunakan rangka baja ringan juga menjadi alternatif bangunan tahan gempa. Karena sifat materialnya yang ringan, sehingga dapat mengikuti arah getaran saat gempa terjadi.

"Malah rangka baja ringan lebih cocok karena materialnya ringan, apalagi jika digunakan pada atap. Namun, harus dipastikan ikatan antara kolom dengan atap harus kuat. Setiap ikatan elemen strukturnya harus terpasang benar dan kuat," terangnya.

Direktur Mitra Bangun Sekawan ini menuturkan, rangka baja ringan aman digunakan selama produk tersebut bergaransi. Selain itu, pihak provider (dari produk) harus membuat rencana rangka baja beserta gambarnya.

Dia menjelaskan, bangunan yang menggunakan rangka baja ringan pada dasarnya lebih ramah lingkungan dan sustainable. Sebab, tidak menggunakan bahan baku dari alam, layaknya material kayu.

"Makanya rumah yang menggunakan rangka baja ringan lebih green sustainable. Bayangkan berapa kubik pohon yang dipotong untuk menghasilkan kayu sebagai material," katanya.

Oleh karena itu, kini banyak perumahan baru ataupun rumah lama yang direnovasi menggunakan rangka baja ringan. "Perumahan lama yang dulu menggunakan kayu, karena keropos dimakan rayap, maka diganti dengan rangka baja ringan," sebutnya.

Namun, untuk bangunan skala besar seperti kantor atau hotel, bagian atap ditutup atap miring bukan rangka baja ringan. "Sebab, ada batasan bentangannya sehingga harus benar-benar menggunakan baja,  karena harus yang kuat," tutur Rita.

(Yuni Astutik)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya