JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang Indonesia mengalami lonjakan Rp66,42 triliun selama periode Juni 2013.
Melansir data yang diterbitkan DJPU, Kamis (22/7/2013), total utang Indonesia pada Juli ini naik ke Rp2.102,56 triliun dari posisi Juni sebesar Rp2.036,14 triliun. Hal ini lantaran nilai tukar Rupiah yang terus mengalami pelemahan dari Rp9.929 menjadi Rp10.278 per USD.
Utang tersebut didominasi penerbitan obligasi alias surat berharga negara (SBN) yang mengalami kenaikan sebesar Rp44,48 triliun dari Rp1.457,14 triliun pada akhir Juni, menjadi Rp1.501,62 triliun pada akhir Juli ini.
Namun jika dibandingkan dengan 2012, maka utang tersebut mengalami kenaikan Rp741,46 triliun dari posisi pada 2012 sebesar Rp1.361,10 triliun. Adapun obligasi itu terdiri dari denominasi Rupiah sebesar Rp1.181,13 triliun dan denominasi valuta asing (valas) sebesar Rp320,48 triliun.
Di sisi lain, pinjaman luar negeri tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp21,94 triliun dari Rp579 triliun pada akhir Juni, menjadi Rp600,94 triliun pada akhir Juli.
Pinjaman luar negeri tersebut berasal dari pinjaman bilateral sebesar Rp339,12 triliun, pinjaman multilateral sebesar Rp233,31 triliun, pinjaman komersial sebesar Rp25,77 triliun, dan suppliers sebesar Rp320 miliar. Sedangkan pinjaman dari dalam negeri naik dan berada di kisaran Rp1,82 triliun.
(Martin Bagya Kertiyasa)