BOGOR - Pemerintah menargetkan dapat melakukan swasembada daging sapi pada 2014, namun dengan waktu yang tersisa membutuhkan kinerja lebih agar target itu tercapai.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro, mengakui walaupun target swasembada daging sapi masih cukup jauh, namun Indonesia sudah swasembada straw cement beku atau embrio sperma sapi.
"2012 yang lalu, kita swasembada 5,2 juta straw cement beku, namun kebutuhan dalam negeri hanya 3,2 juta, sehingga Oktober ini kita akan lakukan ekspor," ungkap dia di IPB Convention Center, Rabu (18/9/2013).
Syukur menambahkan, ekspor yang akan dilakukan ke negara Afghanistan, Timur Tengah dan Timur Leste, serta Malaysia dan Brunei Darussalam, di bulan Oktober ini "Untuk harganya cement beku Rp200.000 per dosis," tambahnya.
Syukur mengatakan, penjualan ekspor semen beku ke luar negeri dinilainya menjadi salah satu penyumbang devisa negara walaupun dengan jumlah yang tidak terlalu signifikan. "Karena di ekspor, tentu akan menjadi tambahan devisa negara," tutupnya.
Sekedar informasi, Straw cement beku itu untuk inseminasi buatan (IB). Inseminasi buatan merupakan cara pembibitan dengan memasukkan sperma sapi jantan yang telah dibekukan ke sapi betina dengan cara disuntik.
(Martin Bagya Kertiyasa)