Jero Wacik: Elpiji 12 Kg Itu seperti Pertamax

Silvia Ramadhani, Jurnalis
Senin 06 Januari 2014 10:29 WIB
Menteri ESDM Jero Wacik. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kenaikan harga Elpiji 12 kilogram (kg) yang dilakukan oleh Pertamina telah membuat masyarakat beralih pada tabung gas 3 kg. Oleh karena itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengadakan koordinasi dengan Menteri terkait guna mencari solusi yang tidak merugikan negara.

Menteri ESDM Jero Wacik mengungkapkan, masalah kenaikan harga Elpiji 12 kg ini tengah dibahas dengan BPK dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Menurutnya, salah satu poin yang dibahas adalah masalah potensi kerugian negara akibat penjualan elpiji 12 kg.

"Menaikan Elpiji yang masuk kategori non-subsidi itu kewenangan korporat, karena kewenangan korporat dia tidak ada kewajiban konsultasi ke saya. Sama kaya Pertamax ya, tidak perlu konsultasi ke saya," jelas Jero di Gedung BPK RI, Jakarta, Senin (6/1/2014).

Sayangnya, akibat kenaikan harga yang cukup fantastis ini, maka terjadi masyarakat respons negatif yang begitu besar di pasaran. Masyarakat pengguna Elpiji 12 kg, beramai-ramai bergerser Elpiji 3 kg yang merupakan tabung gas bersubsidi.

Jero melanjutkan, prihal kenaikan harga tabung gas biru ini memang sudah dia ketahui sejak 30 Desember. Meski demikian, dia menilai bagaimanapun masalah gas sangat sensitif sehingga dibutuhkan kehati-hatian dalam eksekusi kenaikan harga ini.

"Pemerintah tidak bisa mengambil keputusan, keputusan ini hasil RUPS, ini kewenangan Pertamina. Pertamina kan dimaksud BPK mempertimbangkan kemampuan rakyat. Kita dengarkan (BPK) agar tidak salah. Jadi kalau mau mengoreksi harga itu RUPS lagi," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya