Cipaganti Khawatir Harga Tiket Jembatan Selat Sunda Mahal

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 07 Mei 2014 17:48 WIB
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Emiten transportasi PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) mengaku khawatir jika pembangunan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS) yang merupakan penghubung Pulau Sumatera ke Pulau Jawa membuat beban operasional meningkat.

Sekretaris Perusahaan Cipaganti Toto Moeljono mengatakan, dirinya merasa khawatir namun pihaknya mendukung pembangunan ini sebagai kemajuan infrastruktur dalam negeri,

"Kalau jadi, JSS sangat membantu. Tapi, lihat dulu, takutnya biaya nyebrangnya mahal, kan buat shuttle jadi susah. Asal biayanya masuk akal saja kami senang," ucap Toto di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Menurut Toto, mendukung pembangunan JSS ini dikarenakan perusahaan berniat masuk ke wilayah operasi Medan dan Makassar dengan membangun shuttle dan travel ke daerah tersebut.

"Kalau jadi daerahnya di Medan dan Makassar, tapi lihat dulu Presidennya siapa, arah kebijakannya pemerintahan baru ke mana. Jadi kami belum bisa pastikan waktunya," sambungnya.

Toto mengungkapkan, kebijakan pemerintah baru sangat penting bagi pengusaha transportasi karena berkaitan dengan kepastian pembangunan infrastruktur yang sudahn dirancang pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan program MP3EI.

"Shuttle sangat bergantung pada jalan tol dan pemerintah punya program yang baik dalam pembangunan infrastruktur, seperti Tol Trans Sumatera sepanjang 2.400 kilometer (km), Tol Trans Jawa membentang 1.500 km. Kami mau lihat apakah program itu bisa terus dijalankan atau tidak di pemerintahan baru,"  tukas dia.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya