JAKARTA - Gaji bisa cepat ludes karena beberapa hal. Antara lain gaji yang memang minim atau memang kebutuhan yang tinggi. Tanpa mengenali permasalahan keuangan yang dihadapi, Anda bisa mengalami krisis keuangan.
Ada baiknya Anda segera mencari solusinya. Terdapat enam masalah keuangan personal yang telah dibahas pada artikel sebelumnya. Berikut empat masalah gaji yang cepat ludes seperti dikutip lifespan.com, Sabtu (5/7/2014).
7. Gaya hidup yang tidak sesuai
Kenali postur keuangan Anda. Jika tidak mumpuni untuk melakukan kegiatan "hura-hura" janganlah memaksanakan diri. Jika kegiatan "hura-hura" menurut Anda sebagai kegiatan refreshing, perhitungkanlah secara matang. Hindari gaya hidup yang sekadar ikut-ikutan atau demi prestise.
Taktik : Jika Anda telah mengelompokan kebutuhan primer dan sekunder serta kewajiban menabung dalam catatan bulanan, kegiatan refreshing bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan, bukan keinginan.
8. Tidak memiliki asuransi
Bila kantor Anda memberikan fasilitas asuransi kesehatan, Anda patut bersyukur. Sebab saat ini biaya kesehatan sangat mahal. Jika Anda tidak memiliki asuransi, maka bisa menguras tabungan. Cermati fasilitas kesehatan yang Anda dapatkan, jangan melebihi plafon yang telah ditentukan.
Taktik : Saat ini sudah banyak produk asuransi kesehatan, pilihlah yang paling cocok dengan kebutuhan, apalagi bila Anda tulang pungung keluarga. Jika ingin sehat, terapkan hidup sehat dengan sering berolahraga, seperti berlari.
9. Gaji tidak sesuai
Jika Anda sudah mengelola keuangan seefisien mungkin namun tetap saja tidak mencukupi, artinya gaji Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan.
Taktik : Carilah penghasilan sampingan, dengan berbisnis kecil-kecilan. Segmennya bisa dari lingkungan terdekat. Cari bisnis yang risikonya kecil (timeless).
10. Tak mendapat penasihat keuangan
Tingginya tingkat suku bunga, pajak, dan beratnya beban hidup di kota besar bisa membuat hidup Anda strees. Jika Anda sudah merasa tidak mampu mengatasi persoalan keuangan, jangan hadapi sendiri.
Taktik : Carilah penasihat keuangan sehingga Anda bisa keluar dari belenggu keuangan. Hal ini dapat meringankan dalam menganalisis situasi Anda dan membuat rencana keuangan yang tepat untuk saat ini dan masa depan. (Tamat)
(Rani Hardjanti)